Kamis, 21 Februari 2013

Sejarah Meme Comic

Internet Meme' atau biasa juga hanya disebut meme (dibaca : mim, walau gw kadang tetep bacanya me-me) adalah sebutan untuk sebuah konsep, ide, pemikiran, atau karya lainnya yang digunakan di internet secara luas sebagai alternatif komunikasi verbal/visual secara linear, maupun untuk menggambarkan suatu keadaan, kultur, dan hal lainnya dengan cara yang unik.



Pada dasarnya, internet meme adalah hal unik yang digunakan untuk menggambarkan seseatu, yang cuma bisa ditemui di internet.

Tidak jelas asal-usul dari penggunaan istilah Internet Meme sendiri dan hal-hal yang berkaitan dengannya, karena Internet Meme sendiri menyebar secara tidak disadari seiring dengan perkembangan internet itu sendiri. kalo menurut gw sih pertama kali nih meme nyebar dari situs 4chan, 9gag, dan Reddit.

Menurut pemikiran gw, Internet Meme sendiri telah diterapkan di komunitas internet secara tidak disadari.


CONTOH INTERNET MEME

Contoh-contoh dari meme bisa diliat di situs knowyourmeme.com disitu dijelasin macem-macem meme dan situasi penggunaannya. berikut gw pengen ngasih tau macem macem meme. cekidot
Trollface/Problem/U Mad Bro?

Trollface digambarkan sebagai orang yg suka iseng dan membuat orang lain marah

Gambar ini pertama dibuat dari MS Paint oleh user bernama Whyne di 4chan yang diupload pada 19 September 2008. Whyne menggunakan gambar ini untuk membuat komiknya bernama "Rape Rodent"

Rage Guy (FFFFFUUUUUUUU)
Gambar yang menjelaskan ketika seseorang melakukan kesalahan yang membuatnya kesal.

Gambar ini pertama muncul pada komik 4 tabel di 4chan yang dibuat melalui MS Paint dalam komik "Toilet Splashback". 3 Tabel pertama menjelaskan situasi / penyebab dan tabel ke 4 gambar seseorang teriak "FFFFFUUUUUUUU"






Forever Alone

Gambar yang mengekspresikan kesendirian. liat aja mukanya sedih banget kan :D. meme ini biasa buat ngatain orang yang jomblo.

Gambar ini merupakan salah satu gambar terkenal dari bagian Rage Guy comic. Komik pertama dimana terdapat gambar ini muncul dari FunnyJunk dalam komik April Fools 28 May 2010.






Me Gusta
Gambar yang menjelaskan ketika seseorang setuju dengan sesuatu yang aneh atau menggairahkan. "Me Gusta" berasal dari bahasa spanyol yang dalam Bhs. Inggris berarti "I Like It"

Gambar ini pertama dibuat oleh Illustrator Matt Oswald yang menguploadnya ke 4chan dan Reddit 18 Maret 2010.





Y U NO Guy
Gambar yang menjelaskan untuk menyuruh seseorang dalam melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan tapi tidak dilakukan
Mimik wajah, penuh dengan frustasi dan kekesalan, dapat ditemukan dalam komik Gantz’ Chapter 55: Naked King (裸の王様), yang dikeluarkan pada February 2002 dan ditranslate ke Bhs. Inggris pada Juni 2009





Bitch Please
Nah kalo ini meme favorit gw nih. Bitch Please/Yao Ming face salah satu bagian dari Rage Comic dari wajah pemain basket profesional Yao Ming dengan senyumannya. Menjelaskan untuk meremehkan masukan orang lain. Gambar ini pertama berasal dari foto Yao Ming pada May 2009. Pada 11 Juli 2010, sebuah post yg dibuat oleh downlow di Reddit, dan menuliskan sedikit deskripsi "Bitch Please"
You Don't Say
Salah satu bagian dari Rage Comic yang mengekspresikan sindiran dari kejadian atau kalimat yang pasti / sudah jelas. Gambar ini diambil dari aktor Nicolas Cage dalam film berjudul Vampire's Kiss. Pada 1 Oktober 2011, gambar countour dari Nicolas Cage diupload ke Reddit oleh user LeechHax. 
  
Obama Not Bad
Obama Rage Face (sering disebut sebagain "Not Bad Face"), menjelaskan kalau seseorang melakukan sesuatu lebih bagus dari yang dibayangkan. Meme ini diambil pada May 2011, saat presiden Barrack Obama dan Michelle Obama pergi mengunjungi Queen Of England di Bungkingham Palace.





Fuck Yeah
Merupakan gambar Stick Figures yang menunjukkan sikap percaya diri, atau berhasil dalam melakukan sesuatu, seperti bangun pagi pagi sebelum alarm menyala. Pertama kali di post 11 February 2010 di 4chan. 




True Story
True Story menjelaskan jika cerita/kejadian yang diceritakan merupakan cerita nyata atau diambil dari kehidupan pribadi. True Story merupakan gambar contour hitam putih dari artis Neil Petrick Harris dalam mempragakan Barney Stinson diambil dari film Stinson, Season 4, Episode 1 "Do I Know you"
If You Know What I Mean
Gambar yang menunjukkan jika sesuatu (Perkataan/Lukisan/Illustrasi/dll) memilik arti lain. (Atau Ngeres). Gambar ini muncul pertama kali di 9gag, dan mulai populer sejak itu.
Masih banyak contoh meme-meme lain, diantaranya :
-Philosoraptor (Dinosaurus ahli filosofi)
-Scumbag Steve (Steve si Bangsat)
-Bad Luck Brian (Orang paling apes seantero internet)
-dan masih banyak lagi, liat aja di website knowyourmeme.com
Dan meme comic dipakai juga sebagai football jokes (candaan sepakbola) di football meme, kemudian di Indonesia meme comic sekarang makin digilai karena menghibur sebagai kenyataan sosial, anak muda Indonesia pun ikut membuat meme comic, dan websitenya adalah http://memecomicindonesia.com/ 

Salam Woles!

Senin, 11 Februari 2013

ARTIS, PERGAULAN, DAN NARKOBA


           Sebulan ini, media pemberitaan marak dikarenakan suatu kasus, Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan artis Raffi Ahmad sebagai tersangka pengguna narkoba. Presenter kondang ini positif menggunakan zat methylenedioxymethylchatinone (MDMA) atau disebut cathinone. Zat yang dikonsumsi Raffi ini diketahui merupakan zat narkoba jenis baru di Indonesia. Raffi pun langsung ditahan. Ketenaran nama Raffi Ahmad sebagai selebritas papan atas yang selalu memenuhi layar kaca kita, sontak membuat dunia pemberitaan di tanah air menetapkan dirinya menjadi topik utama yang selalu hangat untuk di bahas sampai pekan ini.
           Raffi Ahmad menambah deretan artis pemadat. Dunia selebritis memang seolah sangat dekat dengan dunia gemerlap alias dugem, narkotika dan obat-obatan.
Menurut berbagai sumber, ada yang menilai maraknya peredaran narkoba di kalangan artis tak lepas dari penegakan hukum yang seolah tak tegas. Ada yang menuding polisi sering kali tak tegas memproses artis yang kedapatan menggunakan narkoba.
          Tudingan hukum di  tanah air yang tak tegas itu dikarenakan contoh kasus saat masyarakat biasa langsung dibui, sedangkan artis biasanya hanya langsung direhabilitasi. Seharusnya zero tolerance bagi semua pengguna narkoba. Miris memang, tapi entah mengapa hukum kita begitu, tidak hanya dalam kasus zat terlarang, dalam kasus  hukum yang lainnya, hukum kita memang ibarat dua mata pisau yang tumpul ke atas, namun tajam ke bawah. Unfair.
Tudingan itu baru salah satu factor, banyak lagi berbagai faktor maraknya peredaran narkoba di kalangan artis, namun sebelum membahasnya, kita lihat dalam satu dasawarsa ini banyak kasus artis yang terjerat narkoba, sebut saja drumer Padi Yoyok,yang  ditangkap Februari tahun lalu karena kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu. Lalu ada artis sinetron ternama seperti Revaldo, Sheila Marcia, Jeniffer Dunn, artis kawakan Roy Marten, musisi dengan suara emas Sammy Simorangkir eks band Kerispatih, dan masih banyak lagi. Bahkan pelawak pun doyan mengonsumsi narkoba. Sebut saja Gogon, Derry empat sekawan, Doyok dan Polo.
            Menilik deretan nama itu, mulai dari artis musik, artis sinetron, sampai artis komedian, membuat narkoba tidak pandang bulu melihat sisi kehidupan mereka, dua nama seniman musik diatas orangnya di layar kaca biasanya kalem, tetap saja terjerembab, pelawak-pelawak yang tingkahnya humoris, biasanya tidak pernah stress, tetap terjerembab, apalagi artis sinetron yang tiap hari kita lihat di layar kaca, sangat mudah terjerembab, ada kesamaan factor yang membuat mereka terjerembab, yaitu frustasi karena jadwal panggung yang padat!
Namun sebenarnya tidak hanya itu factor yang membuat public figure terjerumus barang haram. Menurut berbagai sumber, kalangan artis itu menyukai pergaulan dan interaksi sosial yang glamour. Glamour di sini berkonotasi kehidupan hura-hura dan eksklusif. Identik pula dengan pesta pora kaum jetset (orang berduit). Seringkali kehidupan glamour berlangsung di malam hari, dimana sebuah diskotik atau night club dibuka. Suasana yang disajikan di tempat-tempat hiburan malam tersebut seringkali disalahgunakan. Transaksi memang biasanya tidak terjadi di situ, akan tetapi informasi dari berbagai jenis pengunjung yang ada, tentu bisa saja didapat. Tergantung pada tingkat kepercayaan si pemberi informasi. Perlu dicatat pula, bahwa informasi bukan cuma bisa diperoleh di tempat-tempat hiburan malam. Mungkin malah di gang-gang atau di lorong-lorong.
           Terseret atau tidaknya seorang artis dalam lingkaran setan peredaran dan penggunaan narkotika sangat tergantung sejauhmana sang artis menyikapi ketenarannya atau kejatuhannya dari puncak ketenaran. Efek yang timbul kerap sama. Tenar dan banyak uang untuk dihambur-hamburkan. Sebaliknya depresi takut miskin menjadi penyebab lain seorang artis berusaha melarikan diri dari kenyataan dengan mengkonsumsi narkotika. Karena pada kenyataannya, agar dapat selalu eksis dalam bidang entertainment maka lingkungan pergaulan seorang artis juga banyak berpengaruh. Jika sang artis yang bersangkutan dianggap menjauhi lingkungan tersebut atau mencoba memberi jarak, lingkungannya pun secara spontan tidak mendukung kariernya. Kesimpulan mengonsumsi barang haram ini dianggap sebagai salah satu life style  yang menaikkan prestige seseorang.
      Narkoba menurut Wikipedia adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Nah, menurut berbagai sumber terpercaya, mayoritas artis kita menggunakan narkoba jenis sabu,  khususnya sabu murni yang berbentuk kristal putih. Ini merupakan golongan psikotropika berbentuk obat stimulan jenis metamfetamin yang satu derivat turunan dengan amfetamin yang terkandung dalam pil ekstasi. Banyak orang menggunakan zat ini untuk mendapatkan efek psikologis.
            Efek psikologis yang paling diinginkan adalah perasaan euforia sampai ekstase (senang yang sangat berlebihan). Obat ini juga menimbulkan efek meningkatnya kepercayaan diri, harga diri, dan peningkatan libido. Pemakai sabu bisa tampil penuh percaya diri tanpa ada perasaan malu sedikit pun dan menjadi orang yang berbeda kepribadian dari sebelumnya.
           Salah satu yang mungkin menarik banyak orang untuk memakai zat ini adalah pemakaian zat ini tidak dibarengi dengan efek sedasi atau menurunnya kesadaran akibat zat tersebut. Tidak seperti pemakai heroin atau ganja, pemakai sabu dapat membuat dirinya untuk tetap membuat terjaga dan konsentrasi.
         Selain efek yang menyenangkan di atas, sebenarnya sabu juga membuat timbulnya gejala-gejala psikosomatik, paranoid, halusinasi, dan agresivitas. Kelebihan pemakaian obat ini akan membuat orang menjadi mudah tersinggung dan berani berbuat sesuatu yang mengambil risiko.
         Jika melihat efeknya yang menyenangkan di atas, terutama berkaitan dengan percaya diri tampil dan peningkatan keberanian, maka tidak heran banyak artis yang senang menggunakannya. Dengan alasan ingin menambah proses kreatif, sabu pun terkadang digunakan oleh kalangan artis sebagai “doping”.
 Penyelesaian masalah narkoba  harus dengan langkah yang tepat, menggunakan langkah paling tepat yaitu dengan cara pembunuhan karakter narkoba sebagai “artis” itu sendiri. Media yang saat ini mengangkat tinggi-tinggi nama narkoba dengan kelekatannya kepada selebritas ternama Indonesia justru menambah popularitas narkoba. Ibarat keadaan yang diciptakan untuk membumikan istilah narkoba dengan popularitas, kelas atas, life style, sesuatu yang memiliki gaya, atau barang mewah yang mampu menjadi indikasi strata sosial-ekonomi seseorang.
 
           Dengan demikian, solusi yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut:

1. Individu
Perlu ditanamkan rasa kepercayaan diri yang cukup terhadap masing-masing individu sejak usia dini. Pembangunan karakter, ketahanan mental dalam menghadapi masalah juga harus dimiliki oleh tiap individu. Meningkatkan kepercayaan diri juga harus disertai dengan peningkatan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Menjadi satu langkah solutif aktif untuk menekan angka kasus penggunaan narkoba. Inilah yang sekarang banyak kurang dimiliki artis masa kini.
2.  Keluarga
 
           Keluarga adalah factor penting, karena keluarga adalah lingkungan masyarakat pertama yang dikenal oleh individu. Iklim keluarga yang kondusif dengan kesadaran masing-masing individu anggota keluarga akan menekan munculnya permasalahan yang bisa memicu pelarian diri ke barang-barang haram tersebut. Para orang tua selebritas yang terjerembab narkoba mayoritas bercerita bahwa mereka kurang perhatian kepada anaknya dikarenakan banyak sebab, bisa karena lokasi rumah sudah berjauhan, percaya dikarenakan sang anak sudah mapan, tidak terawasi karena sang anak sibuk menghabiskan waktunya di lokasi shooting dan sebagainya.

3. Lingkungan pergaulan (teman di lingkungan rumah dan sekolah)

            Lingkungan pergaulan adalah satu dari sekian banyak faktor yang biasanya menjadi strategi utama untuk menarik simpatisan narkotika ini. Pembinaan lingkungan yang bisa diinisiasikan oleh ragam institusi bisa jadi mencegah kemudahan dalam mengakses hal-hal negatif bagi masyarakat bangsa ini. Lingkungan pergaulan sangat mudah menjadi lubang jebakan terlebih jika individu tidak memiliki pegangan yang cukup kuat, tidak memiliki cukup informasi mengenai bahaya di sekitarnya, atau mungkin sekedar contoh yang dibanggakan di dalam keluarganya. Jika benar dalam kasus Raffi Ahmad adalah sebuah jebakan, maka kurang lebih lingkungan pergaulanlah yang menjadi penyebab utama merebaknya kasus ini.

4. Institusi Pendidikan

       Institusi pendidikan formal sudah seharusnya mampu bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat di penjuru negeri untuk memberikan edukasi mengenai obat-obatan berbahaya ini.  Pemberian edukasi sejak tahap identifikasi narkoba dan tanaman serupa narkoba juga harus menjadi bahan wajib hafal dan paham bagi seluruh rakyat Indonesia segala umur. Jangan sampai dikatakan “ini adalah narkoba jenis baru” sementara orang asing sudah mengetahui dan sengaja untuk tidak mempublikasikannya sebab tingginya nilai komersialisasi tanaman tersebut. Malah tanaman tersebut menjadi komoditas unggulan berharga sedang di pasaran. Institusi pendidikan memiliki tanggung jawab khusus dalam bidang penelitian terhadap perusak generasi muda bangsa ini dan memberikan pendidikan sebaik-baiknya kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terhindar dari lubang jebakan narkoba ini.

5. Media Massa

         Media massa harus mampu menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah dan atau institusi pendidikan dalam penguatan segala sendi karakter muda bangsa. Kelemahan media sebagai media edukasi dan identifikasi yang murni, tidak membawa kepentingan tertentu, justru menjadi celah bagi suburnya kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Pengeksklusifan diri yang dilakukan ramai-ramai oleh media (utamanya televisi) sebagai akses informasi politik-ekonomi, cukup membuat jajaran muda Indonesia kehilangan mood untuk menonton tayangan tersebut dan beralih pada hiburan yang negatif. Parahnya, jika ada kasus mengenai narkoba, disebutkanlah hal-hal yang justru menaikkelaskan narkoba.
 
          Menilik pemilihan kalimat dalam tayangan berita belakangan ini seperti narkoba sebagai gaya hidup artis papan atas, narkoba sebagai barang mahal, atau bahkan muncul tayangan pendistribusian narkoba, dan atau tayangan lain justru menjadi tayangan “edukasi”  untuk mendekati narkoba dan kawanannya. Ekspos berlebihan terhadap narkoba di ragam media justru membatasi kerja lembaga terkait untuk melakukan investigasi rahasia dan menyeluruh. Ekspos berlebihan ini juga yang kemudian meningkatkan publisitas yang diraih narkoba. Keingintahuan masyarakat di masa pertengahan pembangunan Indonesia ini menguat dan justru mulai nekat melakoni aksi coba-coba.
 
      Media harus menyusun langkah strategis untuk mempublikasikan sebuah kasus (utamanya kasus narkoba). Jangan terlalu banyak menekankan kepada tokoh atau duduk perkara kasusnya, namun perkuat sisi edukasi dalam upaya pencegahan terjadinya kasus yang serupa. Gunakan pilihan kalimat yang justru membuat orang takut, jijik, atau benci terhadap narkoba. Tekankan kepada gambar buruk akibat dari narkoba. Jangan gunakan tokoh-tokoh yang cantik atau tampan untuk sekedar memperlihatkan contoh kasus narkoba. Pengurangan porsi tayang ulang yang dibarengi dengan penambahan muatan pendidikan dan penguatan karakter serta tayangan kesempatan aktualisasi diri bagi banyak orang, akan membantu menekan angka popularitas narkoba.

      Tangkap induknya, publikasikan solusinya, tambahkan muatan edukasi dan penguatan karakter bangsa, serta bekerja secara terintegrasi antarelemen, lalu aparatut hukum harus  tegas menindak segala jenis kasus narkoba, jangan sampai ada tuding menuding lagi, hukum yang adil, rakyat yang cerdas, media yang mendidik tentu  akan menjadi pilar kuat membangun karakter bangsa, khususnya untuk generasi bangsa yang bebas dari narkoba.

Minggu, 13 Januari 2013

APA SEBENARNYA YANG DILAKUKAN SEORANG SUTRADARA?


Halo Wolespeople!! (Wolesgirl dan wolesboy) salam hangat dari penulis, gw sekarang lagi in bikin produksi film, terutama film indie, dan gw sekarang berminat sutradara, wolespeople semua pasti ingin tau banget apa sebenarnya yang dilakukan oleh  sutradara? check this out! 
Banyak orang gak tau apa sebenarnya yang dilakukan seorang sutradara film. Tapi kalau kita harus strictly to the point, maka seorang sutradara adalah orang yang bertanggung jawab atas layaknya sebuah film untuk dilihat, layaknya suara-suara yang diperdengarkan dan layaknya aktor memerankan adegan.
Seorang sutradara adalah orang yang selalu berada di lokasi set. Dialah yang berperan penting dalam hampir semua aspek pembuatan film. Mulai dari menyetujui model kostum yang dipakai, audisi para pemeran (casting), menentukan sudut pengambilan gambar (camera angle), menciptakan nuansa dan atmosfir adegan, pada saat editing pun ikut membantu memilih shot yang bagus, menentukan gaya penampilan pemeran, dan segala macam kreatifitas-kreatifitas yang harus ditampilkan oleh sebuah film. Tapi ini bukan berarti bahwa seorang sutradara mengerjakannya sendiri. Dia harus bisa memimpin sebuah departemen produksi untuk bersama-sama melakukannya, seperti kameraman, petugas lighting, juru rias, petugas dekor, dll.
Seorang sutradara professional harus bisamembuat ide-ide kreatif bersama seluruh pimpinan produksi. Mereka harus berkolaborasi!.Mengapa?Karena masing-masing pimpinan produksi pastilah memiliki keahlian masing-masing. Sehingga masukan ide kreatif dari masing-masing ahli itu akan sangat membantu untuk menciptakan film yang baik. Biasanya seorang sutradara selalu didampingi penulis naskah pada saat proyek film akan dimulai. Selanjutnya bersama editor dan penata musik pada proses akhir. Itulah sebabnya mengapa seorang sutradara harus bekerja mulai dari awal sampai akhir.
Dalam beberapa kondisi seorang sutradara kadang-kadang juga sebagai produser atau penulisnaskah. Tapi umumnya seorang sutradara rada ogah menjadi kameraman. Karena sutradara harus lebih fokus pada pengaturan adegan. Masalah pengambilan gambar akan lebih baik dipercayakan kepada DOP (Director of Photography) yang bertanggungjawab pada kamera dan lighting. Karena pada dasarnya kameraman gak penting-penting amat memperhatikan penampilan actor.Mereka lebih fokus bagaimana menciptakan gambar-gambar yang bagus dan layak ditonton pemirsa.
Berbeda dengan sutradara film independent, maka biasanya sutradara akan merangkap beberapa jabatan didalam proyek film. Bisa saja dia sebagai produser, penulis naskah, kameraman, dan penyandang dana. Bahkan kadangkala dia pun bisa sebagai editor.
Ada dua cara kehidupan seorang sutradara dalam bekerja. Mereka bekerja sebagai sutradara lepas (freelance) yakni direkrut oleh berbagai produser atau perusahaan produksi film untuk menangani proyek film, atau mereka bekerja pada sebuah production house sebagai karyawan. Pilihan kedua biasanya lebih disukai karena pendapatan seorang sutradara akan lebih stabil. Tapi, pilihan mana pun yang dijalani, mentalitas sebagai seorang sutradara professional adalah hal yang utama..
Persiapan Menjadi Sutradara.
Sebagian dikutip dari buku jadul banget “The Film Director” karya Richard L.Bare
Tidak seperti sebagian artis, aktor, maupun penulis yang biasanya terlahir dengan bakatnya, seorang sutradara harus mempelajari seni dari pekerjaan yang digelutinya. Melalui apa? yakni melalui :

Observasi dan tentu saja praktek.
Sutradara juga bisa belajar dengan cara menonton film-film karya sutradara yang lain.
Calon sutradara juga bisa belajar dengan memperhatikan cara sutradara lain bekerja di lapangan
Pengetahuan penyutradaraan juga bisa diperoleh dari membaca buku-buku tentang film atau mengikuti pendidikkan sinematografi bisa berupa kursus atau pendidikan formal
Satu hal yang pasti, tempat berlatih yang baik bagi calon sutradara adalah industri film itu sendiri. Intinya, terjun langsung dalam dunia film adalah pelatihan terbaik.

Memang tidak begitu banyak institusi pendidikan yang memfokuskan pada sinematografi di Indonesia, beberapa perguruan tinggi diantaranya ada IKJ (Institut Kesenian Jakarta), ISI (Institut Seni Indonesia) Jogyakarta, dan Next Academy. Lain halnya kalau broadcasting (penyiaran), puluhan perguruan tinggi sudah membuka jurusan ini. STIKOM Bandung Universitas Indonesia, UNPAD Bandung, UnivMoestopo, Sahid, AKOM BSI, UnivTarumanagara, dan terakhir Univ Pancasila memiliki jurusan Broadcasting. Nah kalau tempat kursus diantaranya, School for Brodcast Media, PPHUI (Usmar Ismail), Diklat TVRI, Broadcast Center UI, dan CMC.

Selain mencari pendidikan di institusi diatas, Menonton karya sutradara lain juga penting dan ini juga dilakukan di perguruan tinggi semisal yang dilakukan di University of Southern California dan Academy of Motion Picture Arts and Sciences bahkan di Institut Kesenian Jakarta juga, bahkan menonton menjadi kewajiban mahasiswa.